Solo – Matah Ati, pertunjukan tari yang dipadukan antara budaya Jawa dan kecanggihan di panggung spektakuler akan menghiasi Kota Solo. Sebanyak 300 seniman profesional dan tim kreatif terbaik Indonesia bakal membawa hasil kinerja tarian tradisional dalam bentuk kontemporer.
Matah Ati, menceritakan perjuangan sosok Rubiyah, seorang gadis muda sederhana yang menentang penjajah Belanda. Disamping juga menceritakan tentang Raden Mas (RM) Said yang dikenal dengan Pangeran Samber Nyawa. Rubiyah bersatu dengan RM Said diberi nama Bandoro Raden Ayu (BRAy) Kusuma Matah Ati. Dari persatuan itulah banyak generasi Dinasti Mangkunegaran lahir.
Matah Ati terinspirasi dari Langendriyan yang berasal dari Istana Mangkunegara selama pemerintahan Mangkunegara IV. Persembahan tarian klasik dalam gaya Mangkunegaran ini diperkaya dengan lagu-lagu Jawa sebagai bentuk ekspresi visual.
Bendara Raden Ayu (BRAy) Atilah Soeryadjaya, pencipta, penulis dan sutradara Matah Ati mengatakan, karya tari yang berfondasi tradisi Mangkunegaran ini divisuaalisasikan dalam bentuk tarian dan lagu-lagu Jawa klasik.
“Tantangan terbesar kita adalah bagaimana membuat suatu pertunjukan dan mempromosikan budaya tersebut agar memiliki arti,” ujarnya.
Eksplorasi visualisasi ini meibatkan sejumlah seniman kawakan, salah satunya adalah Jay Subiakto, selaku Director Artistic. Menurutnya, Matah Ati merupakan pagelaran yang menyoroti bentuk koreografi dan musik Jawa tradisional. Hal tersebut didukung oleh teknologi modern dan canggih. Tata lampu dan pencahayaan yang menghiasi pertunjukan tanpa menipiskan inti dari tarian tradisional Jawa.
“Saat Matah Ati ditampilkan di Singapura pada tahun 2010, tarian ini mendapatkan antusiasme penonton yang luar biasa. Hal itu ditandai dengan tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang melihat pertunjukan ini. Disamping itu penciptaan artistik dan desain juga mendapatkan pujian dari berbagai kalangan,” ungkapnya.
Nantinya pertunjukan ini akan akan digelar pada tanggal 8 – 10 September 2012 di Halaman Istana Mangkunegaran, Solo.
Timlo.net