LIVE BB TUNE IN NUX RADIO
Jumadiarto, Penemu Enzim Wonocaf | GGLink Radio Online

RADIO GGLINK BISA DIDENGARKAN JUGA MELALUI 89,3 FM -- UNTUK PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI 081393455690
INDOJAYA

Jumadiarto, Penemu Enzim Wonocaf

BAGI kebanyakan orang, istilah wonocaf (Wonogiri cassava flour) mungkin masih asing. Namun, bagi petani Wonogiri, nama itu menjadi magnet baru untuk semakin giat bercocok tanam singkong.

Sebab singkong hasil mereka yang tadinya hanya menjadi gaplek untuk bahan baku makanan tradisional tiwul, kini bisa menjadi tepung wonocaf yang kualitasnya setara dengan tepung gandung atau terigu.

Tentu saja dengan tepung wonocaf, petani gaplek Wonogiri bisa menjadi semakin sejahtera penghasilannya.

Semua itu bisa diwujudkan berkat jasa seorang petani bernama Jumadiarto, 58, warga Wonokarto, Wonogiri, sebagai penemu enzim istimewa tersebut. Dia membutuhkan waktu berbulan-bulan dan menghabiskan uang pribadi Rp400 juta untuk menciptakan enzim yang mampu menjadikan sari tepung gaplek menjadi tepung wonocaf.

“Sama-sama berbentuk tepung, tapi ini sangat beda dengan tepung gaplek yang selama ini hanya bisa dipergunakan untuk membuat tiwul, makanan khas Wonogiri. Dengan enzim yang saya namakan wonocaf ini, petani di Wonogiri bisa mengubah gaplek menjadi tepung yang tidak kalah dengan tepung terigu,” tukas Jumidiarto yang mengaku menemukan enzim khusus untuk tepung singkong pada 2009.

Tepung wonocaf ini sudah didemonstrasikan sebagai bahan baku untuk membuat roti dan kue jenis lainnya di kompleks Pemkab Wonogiri beberapa hari lalu. Hasilnya, tak kalah lezat jika disandingkan dengan roti yang dibuat dengan tepung terigu. Bahkan ada cita rasa yang khas dan luar biasa.

Berangkat dari rasa ketidakpuasannya terhadap keterbatasan sifat singkong yang kurang bersahabat jika akan diproses menjadi aneka makanan, Jumadiarto melakukan penelitian. Tidak jarang, upayanya itu dianggap aneh oleh rekan-rekannya sesama petani.

Namun, hal tersebut bukan dianggap sebagai halangan, sebaliknya memacu semangatnya untuk terus meneliti dan coba-coba hingga akhirnya ditemukan enzim yang diinginkan.

Tidak itu saja, beberapa proses ilmiah dan pengakuan dari luar juga harus dia lalui. Jumadiarto menjelaskan proses perjalanan temuannya itu. Sebelum dinilai layak menjadi bahan fermentasi untuk tepung gaplek, enzim wonocaf itu harus dipresentasikan di depan para pakar di BPPT Kementerian Riset dan Teknologi Jakarta.

“Para pakar di Litbang Kementerian Ristek sangat puas dengan presentasi saya terkait dengan enzim wonocaf, dan menyebut hasilnya sangat bagus dan akan memberikan rangsangan bagi petani untuk semakin giat menanam singkong,” jelasnya.

Bupati Wonogiri Danar Rahmanto pun meresponsnya dengan akan melakukan uji coba singkong varietas baru, setelah temuan enzim wonocaf yang mengejutkan itu. Namun, yang terpenting temuan Jumadiarto itu diharapkan bisa menyejahterakan petani singkong yang mengelola tanaman pangan di luar beras.

“Temuan ini menjadi masa depan yang menjanjikan bagi petani Wonogiri. Tentu akan saya tindak lanjuti serius dengan program yang lebih intensif lagi, dengan menyediakan bibit varietas baru yang mampu menghasilkan 30 kg tiap pohon. Dengan begitu, nanti produksi tepung wonocaf dari Wonogiri bisa mencukupi kebutuhan industri roti di Jawa Tengah, untuk kemudian merangkak sebagai produsen tepung wonocaf nasional,” tandas bupati.

Sebelum program tanam pohon singkong varietas baru dilaksanakan di Wonogiri, produksi singkong di sana selama ini mencapai 1,3 juta ton per tahun. Dengan enzim khusus itu, Wonogiri diperkirakan akan mampu menjadi produsen mumpuni tepung singkong wonocaf sebagai alternatif dari tepung terigu yang sudah mendunia terlebih dahulu.

Bapak berputra satu ini memang bertekad memajukan sektor pertanian pangan. Jumadiarto tidak memiliki bekal ilmu secuil pun di bidang tanaman pangan. Dia hanya mencoba membuat sebuah rekayasa, dengan bahan yang bersumber dari keanekaragaman hayati yang tersedia di alam.

Hasilnya? Memang ada hasil yang menjadi dambaan kaumtani, terutama di bidang budi daya tanaman pangan dan peternakan.

micom

  • ANEKA
    INFOWONOGIRI
    merchandise
    ANEKA
  • Pakari

    Alumni-UT

    Pakari

  • PASANG IKLAN DI SINI
LIVE BB TUNE IN NUX RADIO
Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo