banner 728x90

Budi Daya Cacing Lumbricus di Wonogiri

IMG_20160229_215510[1]

Ada yang unik dari dunia peternakan Wonogiri. Jika ternak sapi, kambing, ayam, burung, dan ikan adalah lazim, berbeda dengan ternak cacing lumbricus yang tergolong unik. Jenis binatang avertebrata ini dimanfaatkan oleh dunia kesehatan, kecantikan, dan pembuatan pupuk organik.

Melihat potensi dan manfaat yang besar dari cacing lumbricus, Wiji Erna Elysabeth, warga Bulusulur Wonogiri mengembangkan ternak cacing ini. Bahkan dia sudah membentuk kelompok pembudidaya cacing yang mengadakan pertemuan tiap minggu terakhir perbulannya.

Minggu, 28 Februari 2016 bertempat di Giriwoyo,di rumah Dani salah seorang peternak cacing, diadakan pertemuan peternak cacing lumbricus. Acara ini diadakan untuk meningkatakan silaturahmi , menyampaikan kendala dalam membudidaya cacing lumbricus, mencari solusi dalam suatu permasalahan, dan praktek mengembangbiakkan cacing serta memanen cacing.

Budi daya cacing lumbricus ini sudah merambah di 8 Kecamatan di Wonogiri, dan setiap kecamatan memiliki korwil tersendiri.

Panen cacing Lumbricus biasanya terjadi tiap tiga bulan sekali, namun ada kondisi tertentu seperti pertumbuhan cacing yang cepat dan baik maka cacing bisa di panen. Peternak tak perlu khawatir dalam menjual cacing panenan mereka, karena cacing akan di beli oleh distributor. Harga perkilo Cacing siap jual adalah 30 ribu sampai 35 ribu rupiah.

“Saya hanya bermimpi Wonogiri bisa mandiri di bidang pertanian, menggunakan pupuk organik dari kascing sehingga tak perlu membeli pupuk lagi, peternak cacing bisa menghasilkan uang dan petani bisa mendapatkan hasil  juga memuaskan. Namun saya tidak bisa bergerak, bekerja tanpa adanya kerjasama dari peternak cacing lain di Wonogiri”, ungkap Wiji Erna dalam pertemuan bersama kelompok cacing.

Dani salah satu peternak cacing yang tergolong paling muda mengatakan bahwa cacing lumbricus bisa jadi bisnis yang menjanjikan. (Rin)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan