banner 728x90

Pengajian Rutin Paguyuban Jawa Tengah

IMG-20180327-WA0017

Paguyuban Jawa Tengah (PJT) terus bergeliat menampakkan berbagai aktifitas. Salah satunya adalah kegiatan bidang Kerohanian dan Sosial (Bidkersos) yang mengadakan kegiatan antara lain menyantuni 117 orang anak yatim dan dhuafa, melakukan pemberian bantuan kepada korban bencana di desa Dlepih Tirtomoyo Wonogiri dan belum lama ini tepatnya 16 Februari 2018 lalu, melaksanakan pengajian perdana yang diikuti oleh pengurus PJT dan perwakilan dari pengurus paguyuban Kabupaten/ kota Jawa Tengah se-Jabodetabek. Pengajian perdana ini menurut Ketua Bidang Kersos, Brigjen Pol (P) Dr. H. Markum MPd. ” Merupakan embrio mengawali langkah untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Artinya kita sebagai makhluk sosial harus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi sesama serta sebagai hamba Allah SWT, harus terus meningkatkan kualitas hidup baik secara jasmani maupun rohani” katanya.

Disebutkan, pengajian akan dijadikan program rutin bulanan, dengan tempat dan pembicara berganti-ganti sehingga menjadikan suasana paguyuban semakin hidup dan harmonis, dan yang paling utama adalah menciptakan paguyuban yang dapat membawa nilai-nilai di samping nilai keimanan dan ketaqwaan (habluminallah) juga menambah nilai kebersamaan (habluminannas). Ketua Umum PJT Drs. Leles Sudarmanto menyampaikan bahwa kegiatan pengajian merupakan upaya nyata yang bermanfaat bagi kemasalahatan umat manusia. Drs. Leles berharap, kegiatan pengajian terus konsisten dilaksanakan. Bukan hanya gebyar ramainya saja tapi bagaimana sebagai umat Islam dapat mengamalkan nilai-nilai agamnya sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Sebagai pembanding, Drs. Leles menggambarkan hasil kunjungannya ke beberapa negara Eropa Timur seperti Ceko, ia melihat betapa bersih, rapi, tertib dan disiplinnya masyarakat di sana. Padahal ideologi mereka Komunis/ Atheis. Lantas bagaimana dengan kita umat Islam yang ajarannya sangat bagus dan sesuai yang tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah rasul. Mampukah kita mengamalkannya dengan baik? ” Mari kita lihat dan koreksi diri kita masing-masing dan mari kita ikuti terus kegiatan kegiatan rohani seperti ini agar dapat menjadi pengingat bagi kita semua” ajaknya.

Pengajian perdana PJT mengangkat tema ” Alquran sebagai sumber kekuatan untuk mengembangkan sumber daya manusia” Penceramah/ narasumber adalah ustad dari PJT yang juga merupakan wakil ketua umum PJT Dr. Slamet Sutrisno, SE, MM. dari tema tersebut diuraikan bagaimana Al-Quran sebagai sumber hukum ummat Islam yang sangat sempurna, dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan oleh ummat Islam. Intisari dari apa yang diuraikan antara lain adalah bahwa kita harus memahami bagaimana proses kehidupan dari alam ruh, alam rahim dan alam dunia. Sehingga dengan perjalanan tersebut dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan apa yang dimiliki oleh manusia. Dengan mengetahui kelemahnnya manusia dapat mengintropeksi diri, melakukan perbaikan dan pengembangan diri sebagai sumber daya yang dilakukan berdasarkan petunjuk/ rambu-rambu yang dinamakan Al- Quran. Selanjutnya apa yang harus kita perbuat untuk kehidupan ini khususnya untuk mempersiapkan kehidupan akhirat? Awali dengan beramal baik selama di dunia, karena dunia ini menjadi ladang menanam untuk akhirat. Kuncinya kita sebagai umat Islam harus mampu menjalani kehidupan di dunia ini secara cerdas, bekerja keras dan tuntas, hidup yang selaras, dan didasari jiwa yang tulus ikhlas Apabila kita dapat memahami ayat-ayat Al quran tersebut dan penjabarannya yang sangat dapat menjadi tuntunan hidup kita, insya Allah keselamatan, kebahagian dan kesejahteraan akan dapat kita capai baik di dunia dan terutama di akherat.

Pengajian perdana PJT selain dihadiri Ketum PJT Drs. H. Leles Sudarmanto, wakil ketum PJT Dr. Slamet Sutrisno dan Sekjen PJT Ir Frahma Alamiarso, juga hadir Ketua/Wakil Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Inovasi Ir Bambang Purwohadi Msi, MT, Dr. Hj Yayuk Budi Iriyani, SE.MM., Ketua Bidang WARTA PJT Pengembangan Usaha, Koperasi dan UMKM Supriyusman SE, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Endang Sulastri, MM dan para Ketua Umum Pengurus Paguyuban Kabupaten/ Kota Jateng Sejabodetabek atau yang mewakili sekitar kurang lebih 60 orang. Pengajian ini tidak hanya dilakukan secara monolog tapi juga dialog interaktif terkait dengan tema- tema dalam kehidupan sehari-hari.

Mengingat antusiasme peserta pengajian yang merasakan manfaatnya, ada yang menginginkan agar pengajian diadakan setiap bulan. Maka pengurus PJT akan memperhatikan aspirasi tersebut. Apabila memungkinkan akan dilaksanakan setiap bulan, namun dapat juga dikaitkan dengan kegiatan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, Maulud Nabi Muhammad saw, tahun baru hijriah, hari raya idul fitri (halal bihalal) maupun hari raya Qurban dengan diisi pengajian dan kegiatan lainnya.[ Red/ Borobudur]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan