banner 728x90

Bermodal 5M Ketum PJT Leles SUDARMANTO WINISUDA

LELES PJT

Sabtu 28 Oktober 2017 di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah Drs. Leles Sudarmanto, MM dilantik sebagai Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT). Pria pengusaha asal Wonogiri ini, diwisuda setelah mengalahkan dua calon lainnya dalam sebuah pencalonan Ketua Umum pada Musyawarah Besar V PJT. Leles Sudarmanto akan memimpin PJT pada periode 2017 hingga 2022.

Bak satria Pringgodani, Raden Gathutkaca hari itu Leles Sudarmanto dilantik atau dalam bahasa pewayangan “Winisuda” menjadi pemimpin Paguyuban Jawa Tengah. Sambil memegang ujung bendera merah putih, mengenakan setelan jas warna gelap ia mengucapkan sumpah di hadapan Pimpinan Sidang, mantan Menteri Pertanian Suswono. Siapakah Leles Sudarmanto, dan bagaimana dia bisa memenangkan pertarungan memperebutkan kursi pimpinan PJT? Leles lahir di wilayah terpencil, tandus, dan gersang, Desa Betal di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Berbekal ijazah STM Pancasila Wonogiri yang kini berubah menjadi SMK Teknik, Leles muda merantau ke Jakarta pada 1980an. Keterampilan yang dimilikinya, fotografi menjadi modal untuk menaklukkan Jakarta. Sebagaimana karakter umum perantau Wonogiri yang ulet dan tangguh, Leles pun kini telah menjadi pengusaha yang berhasil. Kakek lima cucu, Leles Sudarmano kini giat di salah satu usahanya yang sukses yang berkaitan dengan hobinya yang dulu ditekuni, yakni menjadi pengusaha multimedia. Selain berbekal keterampilan fotografi, yang tak kalah penting adalah jiwa wirausaha yang tertanam dari orangtuanya, seorang pengusaha batu gamping di kampungnya. Di Jakarta pun Leles tidak mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri meski pun harus jatuh bangun. Menjadi tukang foto keliling, itulah pilihan pertama ketika menciptakan lapangan usaha sendiri. Tapi penghasilannya tidak mencukupi, maka agar tetap survive, Leles menekuni usaha kecil-kecilan. Pernah membuka usaha tambal ban, jual bensin, sampai usaha pembuatan kerajinan tangan wayang kulit yang dibikin sendiri diwaktu senggang dan dijual sendiri pula. Dalam perjalanannya Leles menyadari bahwa salah satu tangga untuk menapak kesuksesan adalah pendidikan. Ijazah STM yang digenggamnya dirasa tidaklah cukup, karena itu dia ingin meneruskan di perguruan tinggi. Akhirnya Leles mencoba melanjutkan pendidikan di UNAS (Universitas Nasional) Jakarta mengambil jurusan Teknik Akustik. Tapi rupanya itupun kandas di tengah jalan. Gagal di jurusan teknik, Leles banting setir mengambil jurusan Ekonomi di UT (Universitas Terbuka). Kuliah itu diselesaikan dengan baik. Tak puas dengan gelar S1, Leles meneruskan pendidikannya di S2 di universitas yang sama. Beberapa tahun kemudian anak desa Wonogiri itu menyandang gelar MM. Dalam perjalanan karirnya, Leles pernah menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, bahkan pernah juga mengabdi di TVRI. Namun jiwa wirausaha yang dimiliki lebih dominan. Keinginan usaha mandiri itu mendorong Leles pensiun dini dan mengukir kesuksesan menjadi pengusaha. Berkat pilihannnya menjadi wirausaha, kini beragam usaha dikendalikan mulai dari kontraktor

bangunan, percetakan, studio rekaman, Jaringan broadcasting dalam pendidikan artis, model maupun penyanyi, usaha multi media yang bergerak di bidang iklan, majalah, koran, media online, Radio GGLink (89, 3 FM) hingga TV Streaming, sampai usaha guest house di Jakarta. Kesuksesan, selain karena keterampilan dan pendidikan juga karena luasnya pergaulan. Baginya membangun jaringan itu sangat penting, karena itu keluasan pergaulan sangat berperan. Tak heran kalau Leles aktif dalam berbagai kegiatan. Hobinya main musik dia tuntaskan dengan membuat grup Campur Sari. Grupnya sempat sering tampil di TVRI, tak jarang juga ditanggap masyarakat untuk memeriahkan nikahan atau acara lainnya. Selain itu, Leles juga aktif di berbagai organisasi sosial. Di Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKAUT), ia pernah dua kali menjabat ketua umum, dan sekarang memilih posisi sebagai sekretaris jenderal. Ketika menjadi ketua, dia mendorong terbentuknya format perkuliahan online, melalui media televisi online yang didirikannya. Organsiasi sosialnya direpresentasikan pula dengan mendirikan Paguyuban Perantau asal Wonogiri (Pakari), bersama tokoh-tokoh asal Wonogiri di Jabodetabek. Banyak hal yang telah dilakukan melalui Pakari, di antaranya membangun Taman Bacaan Masyarakat (Perpustakaan) di tiap Kecamatan di Wonogiri, membantu perpustakaan di beberapa sekolah di Wonogiri, membangun fasilitas sosial seperti Masjid, dan membantu perbaikan jalan desa. Ketika terjadi kekeringan di daerah Wonogiri, Pakari hadir membantu air bersih untuk masyarakat. Saat Wonogiri disapu bencana banjir, juga turun tangan membantu korban. Tak kalah menariknya adalah ketika Leles lewat Pakari membantu meningkatkan penghasilan petani Wonogiri agar beralih dari kebun singkong ke buah melon, yang hasilnya bisa di ekspor. Kegiatan sosial lain suami Endang Sulastri itu adalah sebagai Ketua Umum Kasmaran (Komunitas Masyarakat Perantauan) yang kegiatannya mencakup nasional. Jabatan organsiasi sosial yang terbaru adalah sebagai Ketua Umum PJT (Paguyuban Jawa Tengah). Leles terpilih secara demokratis pada Mubes PJT yang berlangsung 8 Oktober 2017 di Gedung Serba Guna UT di Tangerang Selatan. Kemenangan Leles bermodal 5M, yakni program yang dijanjikan akan dilaksanakan jika menjadi ketua umum. Program 5M itu adalah: Membangun simbiosa mutualistis antara senior dengan yunior; Meningkatkan kualitas komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten-kota, Mendorong terbentuknya pusat pemasaran produkproduk unggulan Jawa Tengah, Mengambil bagian secara aktif dalam mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Jawa Tengah, dan Menyelenggarakan pelatihan untuk peningkatan SDM. Kini sebagai ketua umum PJT Leles menghadapi tantangan berat yakni bagaimana menjadikan PJT ini membawa manfaat bagi perantau Jawa Tengah di Jadebotabek dan kepada masyarakat Jawa Tengah di daerah.(Red/Borobudur)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan