LIVE BB TUNE IN NUX RADIO
2011 May | GGLink Radio Online

GGLINK RADIO ONLINE, TRULLY AND 1ST RADIO ONLINE FROM WONOGIRI -- DIPERSEMBAHKAN OLEH PT RADIO GUNUNG GANDUL LINK -- UNTUK PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI 081393455690
BIOJANNA MELILEA
TVLINK HARIJADI

Monthly Archives: May 2011

Skanda Juarai Pertandingan Voli Sanggrahan

Wonogiri (Diaz GGLink) – Minggu, 29 Mei 2011 lapangan Rejo Manggolo, lapangan bola volley dusun Sanggrahan, Ngadirojo, ramai dipadati pecinta bola voley dan juga tim yang akan siap bertanding.

Ketua panitia lomba, Sarsito, mengungkapkan, olahraga bola volley yang saat ini kurang mendapat apresiasi, tidak seperti olahraga-olahraga  lain, seperti futsal, kini mulai digiatkan kembali.

Memang di setiap tahun, Dusun Sanggrahan selalu mengadakan turnamen bola volley. Untuk taun ini, dikarenakan minimnya anggaran, hanya diadakan pertandingan umbruk bola voley.

Sepuluh team bola voley yang mengikuti lomba tersebut antara lain:

  • Asetra
  • Asvip
  • Kebyuk
  • Ngrangkok
  • Pandhawa
  • Parayoga Jr.
  • Primatama
  • Putra mbeji
  • Putra Manggolo
  • Skanda (SMK N 2 Wonogiri)

Permainan apik disuguhkan oleh para tim. Lomba yang dimulai pukul 08.30 ini berakhir pada pukul 17.30. Tim Skanda berhasil memenangi pertandingan ini. Urutan kedua diraih Pandhawa, disusul team Asvip di urutan ketiga.

Diaz GGLink

Edited by Ekoph GGLink

Pakari Bahas Rencana TBMW

JAKARTA-Pada Minggu tanggal 29 Mei 2011 malam Tokok-tokoh PAKARI berkumpul lagi membahas rencana Taman Bacaan Masyarakat Wonogiri, ambil tempat di kediaman Bapak Leles Sudarmanto, dan dihadiri Ibu Ketua Umum PAKARI yaitu Ibu Hj. Arry Susanto dan beberapa Ketua Bidang dari PAKARI itu sendiri.

Gajah Mungkur Trabas Club Kelana Giri

Wonogiri (Chandra GGLink) – Minggu,29 Mei 2011 Objek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur Wonogiri ramai sekali dan dipenuhi oleh para offroader dari berbagai kota di Indonesia. Ada yang berasal dari Cilacap, Kudus, Boyolali, dan masih banyak lagi. Para Offroader tersebut mengikuti even olahraga motor trail, Gajah Mungkur Trabas Club Kelana Giri Adventure.

Acara Gajah Mungkur Trabas Club Kelana Giri berlangsung jam 08.00 s.d. selesai. Acara dibuka oleh Bupati Wonogiri, H.Danar Rahmanto. Dalam sambutannya,  Bupati mengungkapkan sangat mendukung acara seperti ini. Bahkan beliau juga ikut berangkat bersama offroader lain melewati rute-rute yang telah ditentukan oleh panitia.

Menurut ketua panitia penyelenggara, Drs.M.Ainur Ridho, pendaftaran peserta untuk acara ini dibuka melalui online. Peserta yang mengikuti acara ini ada 851 peserta. Pemberangkatan peserta dibagi dalam banyak kelompok.Tadinya, tiap pemberangkatan direncanakan 50 peserta, tapi mengingat banyaknya peserta, akhirnya tiap pemberangkatan menjadi hampir 100 peserta.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD sekaligus Ketua Gajah Mungkur Trabas Club Kelana Giri, Wawan Setya Nugraha,S.Sos, kepada GGLink menjelaskan,  acara ini kemungkinan akan diadakan lagi tahun depan mengingat antusias peserta sangat luar biasa dari berbagai kota di Indonesia. Wawan juga berharap acara ini dapat membuat Wonogiri semakin dikenal masyarakat  luas sebagai kota yang sangat luar biasa dan Wonogiri lebih maju lagi.

Hadiah utama dalam acara ini adalah 1 unit mobil, 1 unit motor, dan masih banyak hadiah menarik lainnya. Dengan biaya pendaftaran 100.000 rupiah, peserta mendapat fasilitas T-Shirt, makan siang, hiburan, dan trial game.

Acara ini juga dimeriahkan oleh Didi Kempot, Gogon, Wawin Laura, Sukirgenk, dan masih banyak pengisi acara lainnya.

Chandra GGLink

Edited by Ekoph GGLink

Komunitas EPos Gelar Sejuta Motivasi Anak Negeri Jelajah Wonogiri

Wonogiri (Aira-Arjuna GGLink)Sejuta Motivasi Anak Negeri Jelajah Wonogiri digelar pada hari Minggu (29/05/11) bertempat di Aula Masjid Agung At Taqwa Wonogiri. Acara yang diprakarsai oleh Komunitas EPos (Energi Positive) Wonogiri dan AHA Self Inspiratition Centre Bandung ini diikuti sekitar 200 remaja SMP dan SMA.

Acara diawali dengan ice breaking, yaitu saling memijat pundak teman satu sama lain secara estafet. Tujuannya adalah untuk relaksasi dan mencairkan suasana agar tidak tegang, karena mereka berasal dari berbagai sekolah dan kebanyakan belum saling mengenal.

Kemudian, acara dibuka dengan bacaan basmallah dan dilanjut Tilawatill Qur’an oleh Husen. Selanjutnya laporan ketua panitia oleh Dr. Celli Septiana yang menyatakan bahwa serangkaian kegiatan sesi indoor maupun outdoor akan berlangsung kurang lebih sampai jam 17.00 WIB.

Berikutnya, sambutan Bupati Wonogiri yang diwakili oleh Assisten Administrasi Pembangunan Setda Wonogiri, Drs. H. Anajit Cipto Hari MM. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap acara yang dinilainya sangat positif ini

Tujuan diselenggarannya acara ini antara lain :

  1. Melatih keberanian anak-anak muslim untuk bercita-cita besar dalam hidup.
  2. Melatih kecerdasan ( intelegasi, emosi, dan spiritual ) dan kemampuan untuk meraih cita-cita.
  3. Melatih kepercayaan diri untuk melawan keterbatasan diri demi meraih cita-cita.

Sasarannya adalah anak-anak muslim yang kurang beruntung dan atau membutuhkan di daerah-daerah tertinggal , khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Penyelenggara acara ini, Komunitas EPos (Energi Positif) Wonogiri, merupakan wadah silaturahim yang terdiri dari orang-orang dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan yang bertujuan untuk memelihara semangat berbagi dan memasyarakatkan gerakan berbagi untuk mengumpulkan ‘Energi Positif ‘ yang kelak akan bermanfaat bagi masing-masing pribadi.

Untuk mencapai tujuan tersebut,  diimplementasikan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial dengan titik tekan utama pada pemberian motivasi dan pembinaan akhlak generasi penerus, salah satunya SEJUTA MOTIVASI ANAK NEGERI JELAJAH WONOGIRI.

Aira-Arjuna GGLink

Edited by Ekoph GGLink

Menghijaukan Kembali Bukit Kendheng

Sutino menatap lurus ke arah belakang rumahnya di Dusun Dungwot RT1 RW5, Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mata lelaki paruh baya itu tertumbuk pada gugusan bukit yang berada kurang lebih 500 meter di belakangnya.

“Bukit Kendheng itu dulu sangat hijau, penuh pohon jati berukuran besar,” katanya saat pegiat lingkungan dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (PPLH UNS) Solo berkunjung ke sana, Rabu (25/5).

Hamparan hutan lebat tak ubahnya permadani hijau raksasa diatas bukit itu kini hanya tinggal kenangan. Gejolak sosial yang terjadi diawal reformasi pada 1997-1998 telah membuat bukit yang merupakan bagian gugusan pegunungan seribu itu meranggas.

Warga sekitar yang terdesak kebutuhan hidup dan orang-orang luar yang sengaja datang mengambil kesempatan dalam kesempitan membabat habis pepohonan di bukit. Tidak hanya pohon besar, tetapi juga yang masih kecil. Semua dijadikan obyek ekonomi untuk mengejar keuntungan sesaat. Tanpa memperhatikan dampak jangka panjang.

Penyesalan atas kecerobohan itu baru dirasakan warga sekitar beberapa tahun kemudian. Ketika mata air yang selama ini menjadi sumber air bersih banyak yang mati. Begitu pula air sumur yang kering kerontang ketika musim kemarau tiba. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah mereka alami.

“Sebelum gundul, diatas sana terdapat 7 mata air. Tetapi setelah pohon-pohon dibabat habis, hanya tinggal satu yang masih bisa bertahan,” kisah Sutino.

Itu pun, lanjut dia, kondisinya berangsur kritis. Belum lagi ancaman bahaya tanah longsor yang bisa terjadi setiap saat. Mengingat kondisi tanah bukit yang cenderung gembur dengan sudut kemiringan 30 – 40 derajat.

Beruntung, kesadaran warga tergugah lebih dini. Sebelum semuanya terlambat, mereka bangkit untuk menghijaukan kembali Bukit Kendheng. Bak gayung bersambut, dalam waktu yang nyaris bersamaan PPLH UNS yang sedang mencari upaya mengatasi sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri datang ke desa yang berada di hulu Sungai Keduang itu.

Tanpa banyak basa-basi dan prosedur yang birokratis, terjalinlah sebuah kerja sama di antara keduanya. Gerakan penghijauan kembali Bukit Kendheng dimulai. Itu terjadi pada 2007 lalu, hanya sesaat sebelum bencana banjir besar melanda kawasan itu dan berbagai kota lain di hilir Bengawan Solo.

PPLH UNS memberikan sumbangsih pemikiran dan jalan untuk mendapatkan bibit tanaman. Sedang warga dengan prakarsa Kelompok Tani Ngesti Mulyo bahu-membahu merealisasikannya.
Karena konsepnya penghijauan sekaligus pemberdayaan ekonomi warga, jenis tanaman yang diutamakan adalah yang bisa memberikan keuntungan ekonomi. Seperti mangga, jati, kantil kuning dan putih, dan jeruk nipis. Dalam waktu dekat ini, warga juga akan mencoba untuk menanam pohon melinjo. Karena menurut hasil studi PPLH UNS, tanah dikawasan itu cocok.

Bibit tanaman tersebut merupakan bantuan dari berbagai sumber. Antara lain, Balai Penelitian Kehutanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman Industri di Bogor, dan dari PPLH UNS sendiri.

Sekarang, perlahan tapi pasti kawasan bukit yang dulunya gundul dan gersang sudah kembali menghijau. Walau secara ekonomi warga belum merasakan nikmatnya, namun dari sisi lingkungan sudah mulai terasa.

“Yang paling mencolok itu adalah ketersediaan air bersih. Mata air yang tadinya mati, sekarang sudah hidup kembali. Air sumur kami pun tidak lagi kering ketika musim kemarau tiba,? jelas Sutino yang kebetulan merupakan ketua Kelompok Tani Ngesti Mulyo itu dengan nada puas.

Manfaat yang mulai dirasakan itu membuat warga kian bersemangat. Hal itu mereka tunjukan melalui keseriusan memelihara tanaman yang ada dibukit itu. Jika dulu mereka acuh tak acuh ketika ada orang yang merambahnya, sekarang tidak lagi.

“Kalau ada yang berani menebang pohon disana akan dikenakan sanksi dan berhadapan dengan masyarakat,? tukas Kepala Dusun Dungwot, Hartanto yang mendampingi Sutino dalam kesempatan itu.

Konservasi lingkungan telah berjalan sukses, tapi belum demikian dengan aspek ekonomi. Menurut penuturan Sutino dan Hartanto, mereka masih harus menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa merasakan hasil jerih payah itu. Persoalannya, sampai kapan mereka mampu bertahan ditengah kondisi tuntutan ekonomi yang semakin berat.

Apalagi, menurut Kepala Desa Ngadipiro, Agus Purwanto, selama ini kehidupan sebagian besar warga di sana memang lebih banyak ditopang oleh hutan diatas kawasan pemukiman itu. Disamping hasil ternak dan palawija yang ditanam di lahan tadah hujan.

Persoalan ini merupakan sebuah pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Karena tanpa jaminan ketercukupan ekonomi, sulit menjamin warga terus berpegang pada komitmennya untuk tidak kembali mengeksploitasi hutan.

“Itulah kekhawatiran terbesar kami saat ini. Kalau pemberdayaan ekonomi tidak segera dilakukan, warga akan kembali menggantungkan penghasilannya pada hutan, seperti yang terjadi pada 1997 – 1998 silam,” tegas Agus.

Kekhawatiran yang sama rupanya juga dirasakan oleh pihak PPLH UNS. Karena itu, mereka kini mulai berupaya mencarikan sumber penghasilan lain yang hasilnya bisa segera dinikmati warga. Salah satunya, menurut Wakil Kepala PPLH yang selama ini mendampingi warga, Purwanto, melalui konsep penganekaragaman usaha tani.

“Sekarang yang sedang kami rintis adalah peternakan ikan lele dan burung puyuh. Dalam waktu dekat kami akan mengajak warga untuk mengikuti pelatihan untuk itu,” jelasnya.

Langkah ini sangat penting, supaya masyarakat bisa memiliki penghasilan tetap yang bisa menjamin perputaran roda perekonomian mereka. Sembari menunggu hasil jerih payah merajut kembali hamparan permadani hijau di Bukit Kendheng itu.

MIcom

Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah

Wonogiri (Aira GGLink) - Pameran dengan tema “Gelar Potensi Produk Unggulan Daerah Dalam Upaya Memperluas Pangsa Pasar & Meningkatkan Daya Saing”, Selasa (24/05/11) resmi ditutup oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), Reni Ratnasari. Malam penutupan pameran produk unggulan ini dimulai jam 19.30 dengan dibuka oleh band lokal Wonogiri DIAUDIO Band.

Kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Kabid Perdagangan Disperindag dan UKM,  Drs Supardi MM. Dalam sambutannya, beliau menuturkan harapannya, semoga dengan diadakannya pameran ini maka akan berdampak positif untuk usaha di Wonogiri.

Pameran yang diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Wonogiri yang ke – 270 ini, dalam acara penutupannya memberikan banyak hadiah bagi para peserta yang telah mengukuti kuis dari perbankan. Lembar yang telah berisikan jawaban dan juga identitas lengkap pun diundi. Adapun pemenang hadiah harian berupa souvenir cantik antara lain : Mujiati (Salak), Siti Mandarsih (Kedungringin) , Vini Oktaviani (Sanggrahan) dan M.Muh Hajar (Selogiri).

Selanjutnya pengumuman para pemenang hadiah utama, magic com diraih atas nama Purbaningrum Dwi Arasi(Donoharjo), jusser atas nama Bambang (Kartosuro), stand fan  atas nama Kukuh Joko (Cubluk), kompor gas atas nama Sucipto (Paranggupito), dispenser atas nama Setyo Rohadi (Bauresan), TV 21 Inch atas nama Taufan Dwi (Girimarto), dan sepeda gunung atas nama Agus Saputro (Kerdukepik).

Para pemenang akan dihubungi via telepon dan dapat mengambil hadiahnya di Bank Jateng. Pengambilan hadiah maksimal satu minggu setelah dihubungi oleh pihak bank. Pengambilannya pun harus membawa identitas diri dan tidak dapat diwakilkan.

Aira GGLink

Dialog Interaktif dengan Disperindagkop UKM

Selasa, 24 Mei 2011 Radio GGLink menyiarkan secara langsung dialog interaktif dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, yaitu dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM).

Narasumber dalam dialog interaktif tersebut adalah Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop UKM, Drs.Supardi MM.

Di awal dialog yang dipandu Chandra GGLink tersebut,  Drs Supardi, M.M menjelaskan kegiatan yang tengah dilaksanakan oleh Disperindagkop UKM Wonogiri, yaitu Pameran Produk Unggulan Daerah Tahun 2011 dalam rangka Hari Jadi Ke-270 Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di bekas gedung film Giri Cahaya, tanggal 20 s.d. 24 Mei 2011.

Selanjutnya, narasumber menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pendengar yang disampaikan lewat shoutbox (buku tamu), facebook, ataupun YM. Beberapa pertanyaan yang terlontar antara lain sebagai berikut.

Hartanto: Pak Dinas Perindag, apa saja langkah2 yang sudah dilakukan dalam mengangkat potensi usaha kecil dan mikro di kabupaten wng?

Drs. Supardi, M.M. menjelaskan sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan, yaitu dimulai dengan pendataan pengusaha mikro, pemetaan kendala, pendampingan dalam pemecahan kendala, hingga fasilitasi untuk mendapatkan pinjaman modal.

Pertanyaan-pertanyaan lain muncul dalam dialog tersebut dari pendengar yang berada di berbagai penjuru, antara lain Widy, Grendy Selogiri, Giritontro, Koko, Didi Kalimantan, Sandi Lampung, Heny Malaysia, dan Ki Demang. Berikut beberapa pertanyaan yang disampaikan lewat shoutbox:

  • KiDemanG di adakan tournament mancing, selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat juga promo daerah untuk luar wonogiri untuk potensi ini.
    11:04 AM May 24, 2011
  • KiDemanG Potensi WGM sangat menjanjikan, terutama mengenai produk perikanan. kalau melihat potensi tsb dan banyaknya pemancing di WGM, apa tidak mungkin di
    11:03 AM May 24, 2011
  • Heny Malaysia gglink, produk yang sudah sukses di pasaran internasional, dari wonogiri apa saja? yang sudah di ekspor secara konsisten
    10:57 AM May 24, 2011
  • Sandi Lampung nah kenapa tidak dipusatkan di satu tempat saja?
    10:56 AM May 24, 2011
  • Sandi Lampung siang gglink, pas pulkam kemaren pedagang kaki 5 masi serabutan
    10:55 AM May 24, 2011
  • didi.kalimantan sukses terus buat wonogiri dan radio GGLink
    10:55 AM May 24, 2011
  • Koko Pak, mohon dijelaskan cara2 mendapatkan bantuan modal dari disperindag. terima kasih
    10:45 AM May 24, 2011
  • Widy :thumbsup:trimakasih sekali atas jawabanya bapak, sucees untuk WOnogiri dan GGLink….
    10:40 AM May 24, 2011
  • Grendi Selogiri kaitannya dengan promosi produk, produk apa yang sangat membantu perekonomian Wonogiri (produk unggulan)
    10:36 AM May 24, 2011
  • Widy selain untuk memeriahkan HUT Wonogiri, tujuan khusus dari diadakannya Pameran gelar potensi daerah apa?
    10:24 AM May 24, 2011

Acara dialog berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. Dialog berjalan dengan lancar dan jawaban yang disampaikan narasumber pun mudah dicerna penanya.

Nantikan dialog interaktif selanjutnya di radio GGLink dengan narasumber yang berbeda.

Guyon dengan Fidel Castro

Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.

Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

blogberita

Komisi D Soroti Titipan Anak dalam PPDB

Wonogiri (Ekoph GGLink) - Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran baru 2011/2012, Komisi D DPRD Wonogiri memperingatkan semua kepala sekolah dan Dinas Pendidikan agar tidak melayani titipan anak untuk diterima di sekolah tertentu. Kepala sekolah penerima siswa titipan hendaknya juga diberi sanksi tegas jika terlibat praktik itu.

Pendaftaran dan seleksi peserta didik baru untuk sekolah rintisan bertaraf internasional (RSBI) sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk sekolah reguler, pendaftaran baru akan dimulai Juli 2011 mendatang.

Tanda adanya praktik titipan anak melalui pejabat agar diterima di sekolah tertentu sudah mulai nampak. Ada anggota DPRD Wonogiri yang mengaku dimintai tolong salah satu orangtua calon siswa untuk membantu memasukkan anaknya ke salah satu sekolah favorit.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Martanto, Selasa (24/5) mengatakan praktik titipan anak pejabat baik secara langsung maupun menggunakan surat sakti pejabat yang lebih tinggi, bukanlah fenomena baru. Hampir setiap TAB, pasti dijumpai pratik ini.

“Saya sudah wanti-wanti sejak awal agar penerimaan siswa baru betul-betul dimonitor, jangan sampai ada sekolah yang menerima anak titipan pejabat. Demikian pula dengan para pejabat, hendaknya juga jangan ikut melanggengkan praktik semacam ini karena membuat proses penerimaan siswa baru jadi tidak fair,” kata Martanto.

Martanto menambahkan sejak awal ia juga sudah menyampaikan ke Disdik agar penerimaan siswa baru, khususnya RSBI baik SMP, SMA maupun SMK, mekanismenya ditata sedemikian rupa dengan mendasarkan pada kemampuan intelektual siswa dan bukan pada berapa besar uang yang sanggup disumbangkan orangtua siswa.

“Jadi mekanisme penerimaan siswa idealnya dimulai dengan penelusuran nilai rapor, tes akademik, pengumuman penerimaan, baru bicara soal kesanggupan sumbangan, yang tentunya besarannya disesuaikan dengan kemampuan orangtua siswa,” jelasnya, seraya menegaskan kuota 20% untuk siswa miskin di RSBI hendaknya benar-benar dipatuhi.

Terpisah, Kepala Disdik Wonogiri, Suparno memastikan akan mengawasi betul proses penerimaan siswa baru ini agar bebas dari praktik titipan anak pejabat. Dia juga mengatakan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada sekolah yang ketahuan menerima siswa titipan. “Tentunya sanksi itu disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata Suparno.

Espos

Opini (Pengantar)

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, opini diartikan ‘pendapat; pikiran; pendirian’.

Di Wikipedia Indonesia dijelaskan, Opini (Inggris: Opinion) adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi, akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku di masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta akan tetapi jika dikemudian hari dapat dibuktikan atau diverifikasi maka opini akan berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta.

Kini, Radio GGLink membuka rubrik opini guna memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan pendapat ataupun gagasan mengenai segala hal yang berada di sekitar kita. Bagi Anda yang ingin menyampaikan opini, silakan kirim tulisan Anda ke redaksi@radiogglink.com. Harap mencantumkan nama dan kapasitas (misalnya Edy Marjuki – Peneliti LIPI, pemerhati masalah sosial). Lebih baik jika disertai foto penulis.

  • LOWONGAN
    ANEKA
    HERBAFARM
  • Pakari

    Alumni-UT

    Pakari

    CRYSTAL X FOR WOMEN

  • PASANG IKLAN DI SINI
LIVE BB TUNE IN NUX RADIO
Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo